Tren Media 2025 Menjadi Era Algoritma yang Mendorong Transformasi

Dentsu

Berdasarkan laporan Dentsu, diprediksi pada 2025 akan mengarah pada ekosistem media yang sepenuhnya dapat dijangkau, dapat dibeli, dan dapat dipertanggungjawabkan, menandai pergeseran ke dalam sebuah hal yang disebut dentsu sebagai “Era Algoritma Media.”

Chief Client Officer & Practice President, Dentsu Media APAC, Prerna Mehrotra mengatakan, Dentsu sangat antusias tentang apa yang disebut Era Algoritma. Dengan AI generatif dan personalisasi siap mendorong perubahan yang belum pernah terjadi sebelumnya dalam cara merek/Brand berinteraksi dengan konsumen, menciptakan cara baru bagi merek untuk menarik perhatian konsumen dan membangun hubungan.

“Kami melihat media menjadi 100% dapat dijangkau, dapat dibeli, dan dapat dipertanggungjawabkan, menyoroti kebutuhan bagi pemasar untuk memikirkan media dengan cara yang baru. Merek harus membangun strategi Media ++ untuk menciptakan momen yang lebih berkesan dan personal, memanfaatkan ekonomi kreator, dan membangun ekosistem terhubung untuk mengidentifikasi ruang baru untuk pertumbuhan. Dalam edisi terbaru laporan Tren Media dentsu, kami mendalami 10 tren dan memberikan pertimbangan strategis bagi merek untuk memberikan dampak di era baru ini,” ungkap Prerna dalam keterangan resmi, Jumat (18/10/2024).

Ditambah lagi, Global Practice President, Media, Dentsu, Will Swayne, mengatakan integrasi cepat AI di seluruh rantai nilai media telah mengubah cara merek/Brand berinteraksi dengan konsumen, menandai awal dari Era Algoritma, dengan penciptaan nilai di dunia nyata bergerak melampaui eksperimen.

“Laporan 2025 adalah toolkit bagi merek yang ingin berkembang di era baru ini, menawarkan panduan strategis tentang memanfaatkan komunitas niche, televisi terhubung, dan media ritel tingkat lanjut,” rinci Swayne.

Menurut laporan Tren Media 2025, tema kunci yang diperkirakan akan mendorong industri ke depan meliputi:

1. AI Beralih dari Potensi ke Dampak Nyata

AI telah berkembang dari tren yang baru muncul menjadi kekuatan transformatif, menyatu dalam kehidupan sehari-hari dan merevolusi perencanaan media, pembuatan konten, dan interaksi konsumen. Momen mikro yang dihasilkan AI dan munculnya personalisasi dinamis membuka pintu baru bagi merek untuk membangun hubungan yang dalam dan bermakna dengan konsumen.

2. Storytelling Memecahkan Gelembung Algoritma

Minat unik dan fandom yang dalam menjadi aset yang tak ternilai bagi merek atau Brand yang ingin menonjol. Storytelling akan menjadi alat utama bagi merek untuk menavigasi ruang media yang semakin didorong oleh algoritma, menciptakan narasi yang berdampak di televisi terhubung dan platform digital.

3. Ritel Mengubah Media

Media ritel terus tumbuh dengan laju dua digit, menawarkan pengiklan akses ke data pembeli yang tiada tara. Dengan pemain kunci seperti Amazon, Walmart, di luar negeri dan bahkan industri keuangan yang memperluas kemampuan iklan mereka, perpaduan media ritel diperkirakan akan menjadi landasan strategi media.

4. Pencarian Kualitas

Seiring investasi media meningkat, begitu pula permintaan akan keterlibatan yang lebih berkualitas. Merek atau Brand harus memprioritaskan kemitraan strategis dan konten premium untuk menembus kebisingan, memastikan bahwa dana media mereka menghasilkan hasil segera dan ekuitas merek jangka panjang.

5. Masa Depan yang Tidak Merata

Saat teknologi dan kebiasaan konsumsi media berkembang secara tidak merata di berbagai wilayah, merek perlu mengadopsi strategi yang sangat lokal. Pembagian regulasi, ekonomi, dan teknologi sedang membentuk lanskap media global, dan merek harus siap untuk menavigasi kompleksitas ini.

Year of Impact/Tahun yang Berdampak adalah bacaan wajib bagi pemasar dan profesional media yang ingin mempersiapkan strategi mereka untuk masa depan dan memanfaatkan peluang yang muncul di tahun 2025.

Laporan Tren Media Dentsu 2025, berjudul Year of Impact/Tahun yang Berdampak. Edisi ini, yang disusun oleh spesialis dari unit bisnis dentsu, yakni Carat, dentsu X, dan iProspect, mengeksplorasi perubahan mendalam yang didorong oleh algoritma, kecerdasan buatan, dan dimensi baru keterlibatan konsumen, yang diperkirakan akan membentuk lanskap media di tahun mendatang.

Dengan lebih dari 40 halaman wawasan mendalam, laporan ini menggarisbawahi bagaimana /Brand dapat memanfaatkan lingkungan media baru ini untuk mendorong dampak nyata dan pertumbuhan.

https://newblog.space/

Harga Bitcoin Mendadak Terbang Gara-gara Ulah Hacker 25 Tahun

Bitcoin. (REUTERS/Benoit Tessier/Illustration/File Photo)

FBI menangkap seorang pria asal Alabama yang dituduh meretas akun X milik Securities and Exchange Commission (SEC) pada Januari lalu.

FBI menuduh pria 25 tahun bernama Eric Council Jr. itu bekerja sama dengan para konspirator untuk mengambil alih akun tersebut dan mengunggah pesan palsu dari Ketua SEC Gary Gensler tentang ETF Bitcoin.

Pesan tersebut kemudian menyebabkan harga Bitcoin melonjak lebih dari US$1.000 dalam waktu sesaat.

Untuk menjalankan skema ini, Council dituduh membuat ID palsu menggunakan informasi milik orang yang mengendalikan akun X milik SEC.

Ia kemudian menipu AT&T agar memberikan kartu SIM dengan nomor telepon korban dan memasangnya ke iPhone baru yang dibelinya.

Council akhirnya berhasil menguasai akun SEC menggunakan kode autentikasi pemulihan yang dikirim ke nomor tersebut, dan kemudian mengembalikan iPhone ke Apple Store tempat ia membelinya.

Para penyelidik juga menemukan ia melakukan beberapa pencarian yang meragukan dari komputer pribadinya.

“Dia kemudian melakukan pencarian di internet dengan kata kunci “peretasan SECGOV,” “tukar kartu SIM telegram,” “bagaimana saya bisa tahu pasti apakah saya sedang diselidiki oleh FBI,” dan “Apa saja tanda-tanda bahwa Anda sedang diselidiki oleh penegak hukum atau FBI meskipun Anda belum dihubungi oleh mereka,” kata mereka.

https://blog-terupdate.org/

Sri Mulyani Punya 3 Wamen, Pajak & Bea Cukai Tak Perlu Dipisah

Gedung Kementrian Keuangan Ditjen Pajak

Menteri Perencanaan Pembangunan Nasional/Kepala Badan Perencanaan Pembangunan Nasional (PPN/Bappenas) Suharso Monoarfa buka suara mengenai buka suara mengenai pembentukan Badan Penerimaan Negara (BPN) di pemerintahan Prabowo Subianto. Ia membenarkan bahwa ada kemungkinan untuk tidak dibentuk.

“Ya saya kira dengan ada wakil menteri yang memang ditugaskan dalam penerimaan negara saya kira masih akan tetap begitu,” kata Suharso di kompleks Istana Negara, Jumat (18/10/2024).

“Ya saya kira begitu,” saat ditanya kepastian badan itu batal dibentuk.

Namun menurutnya mengenai kepastian pembentukan badan itu harus ditanyakan kepada menteri di Kabinet Prabowo.

“Nanti tanya sama menteri yang baru ya,” kata Suharso.

Diketahui nantinya posisi Menteri Keuangan akan didampingi 3 wakil menteri, yakni Suahasil Nazara, Thomas Djiwandono, dan Anggito Abimanyu.

Thomas seusai pertemuan dengan Prabowo pada Selasa, (15/10/2024) mengatakan mereka bertiga diberi tugas yang amat penting dan tanggung jawab yang cukup besar. Salah satu tugasnya adalah membantu Sri Mulyani.

“Kami adalah trio wamen dan tugas-tugas itu akan kami kerjakan sebaik mungkin,” kata Thomas dikutip Rabu, (16/10/2024).

Suahasil Nazara dalam kesempatan yang sama menambahkan bahwa tugas dari Wamenkeu adalah menjaga keuangan negara. Selain itu, kata dia, mereka diberi tugas mendorong investasi dan pembangunan untuk mencapai pertumbuhan ekonomi yang lebih kuat.

Sementara, Anggito mengatakan tugas tiga Wamenkeu adalah membantu Sri Mulyani dalam menjalankan tugasnya. Dia menyebut pesan dari Prabowo cukup banyak, salah satunya adalah mengoptimalisasi penerimaan negara.

Airlangga – Sri Mulyani Bungkam

Sayangnya saat ditanya kepada Menteri Koordinator bidang Perekonomian dan Menteri Keuangan Sri Mulyani Indrawati yang juga masuk sebagai bursa calon menteri Prabowo masih belum buka suara.

Sri Mulyani hanya tersenyum ketika ditanya, sedangkan Airlangga meminta tunggu pengumuman kabinet.

“Tunggu pengumuman besok, tunggu pengumuman kabinet,” katanya. Ia juga mengatakan ada 3 posisi wakil menteri yang membantu kerja Menteri Keuangan.

https://beritavip138.com/

Punya Pabrik Alumina Rp 14 Triliun, Begini Posisi RI di Dunia

Presiden Joko Widodo (Jokowi) telah meresmikan injeksi bauksit perdana untuk proyek Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) yang berlokasi di Kabupaten Mempawah, Kalimantan Barat pada Selasa (24/09/2024). (Tangkapan Layar Youtube Sekretariat Presiden)

Indonesia saat ini tengah membangun fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina atau Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 oleh PT Borneo Alumina Indonesia (BAI) di Mempawah, Kalimantan Barat.

PT BAI sendiri merupakan perusahaan patungan dari PT Indonesia Asahan Aluminium (Inalum) dan PT Aneka Tambang Tbk (ANTM). Nantinya proyek tersebut akan memproduksi alumina hingga 1 juta ton per tahun yang ditargetkan bisa terealisasi pada awal 2025 mendatang.

Lantas, dengan pembangunan pabrik tersebut apakah bisa membuat Indonesia menjadi ‘raja’ di dunia?

Direktur Utama PT BAI Leonard M. Manurung mengungkapkan, walau Indonesia sudah menuju proses hilirisasi bauksit menjadi alumina, namun Indonesia saat ini menduduki peringkat ke-6 sebagai pemilik cadangan bahan baku aluminium terbesar di dunia.

“Kalau melihat dari keberadaan kita di dunia ini, saat ini kita termasuk yang memiliki cadangan nomor 6 di dunia. Tentunya pemain-pemain besar di dunia banyak dan kita sangat ketergantungan oleh industri lainnya, seperti untuk industri aluminium ini membutuhkan listrik yang cukup tinggi,” ungkap Leonard kepada CNBC Indonesia dalam program Mining Zone, dikutip Jumat (18/10/2024).

Dengan begitu, dia menilai RI untuk bisa menjadi ‘raja’ alumina dunia agak sulit untuk dicapai.

“Sehingga ini juga akan sangat sulit dan untuk industri alumina kita mempunyai bahan baku yang cukup. Artinya kalau dalam batasan sampai alumina dan dilanjutkan ke aluminium ini memang akan penuh tantangan,” ungkapnya.

Namun, Leonard mengatakan, hal itu tidak akan membuat pihaknya patah semangat untuk terus membangun industri hilirisasi bauksit menjadi alumina hingga aluminium di RI.

“Tetapi itulah yang menjadi harapan kita. Kita akan membangun dari hulu menengah sampai dengan ke hilirnya nanti,” tambahnya.

Dia menegaskan bahwa untuk membangun industri alumina hingga aluminium di Indonesia membutuhkan komitmen yang tinggi. Dia mengatakan pembangunannya harus melalui tantangan berat, salah satunya adalah pembiayaan yang merogoh kocek dalam.

“Tetapi untuk industri alumina ini memang membutuhkan biaya yang sangat tinggi. Sehingga perlulah didorong agar para pengusaha untuk memasuki industri alumina dan tentunya kita harapkan juga industri hilirnya atau industri pabrik aluminium ini juga tetap harus didorong. Sehingga nantinya alumina kita ini bisa terserap di Indonesia ataupun di ekspor ke luar,” tandasnya.

Proyek Pabrik Alumina BAI

Leonard menjelaskan pihaknya sendiri saat ini tengah membangun fasilitas pengolahan bauksit menjadi alumina atau Smelter Grade Alumina Refinery (SGAR) Fase 1 di Mempawah, Kalimantan Barat.

Kapasitas penuh produksi alumina di pabrik tersebut akan mencapai 1 juta ton per tahun yang ditargetkan akan terlaksana pada awal tahun 2025 mendatang.

Sebanyak 50% dari hasil produksi alumina SGAR tersebut akan dipasok untuk kebutuhan dalam negeri. Dia menyebutkan pihaknya akan mengirimkan setengah dari produksi alumina SGAR ke PT Inalum untuk diolah kembali menjadi aluminium.

Sedangkan sisanya, Leonard mengungkapkan alumina dari proyek dengan nilai investasi mencapai US$ 900 juta setara Rp 13,96 triliun (asumsi kurs Rp 15.517 per US$) tersebut akan diekspor.

“Seiring dengan pengembangan smelter grade alumina ini, kita harapkan alumina ini harus bisa diserap 100% oleh PT Inalum tetapi secara bertahap sekarang 50% kita kirimkan ke Inalum dan 50% lagi akan kita kirimkan keluar, kita ekspor,” ujar Leonard.

Dia mengatakan sisa produksi alumina SGAR yang belum terserap dalam negeri tersebut akan diekspor ke multi negara. Beberapa diantaranya adalah ke negara-negara di Eropa hingga dikirimkan ke China.

“Ekspornya ada beberapa negara masuk di Eropa dan juga dari China,” bebernya.

https://gogon.website/

Pasar RI Lagi Lesu, Penjualan Mobil China BYD Ikut Drop 30%

BYD Dolphin. (CNBC Indonesia/Ferry Sandi)

Penjualan mobil listrik asal China BYD di Indonesia ambles di September 2024. Berdasarkan data Gabungan Industri Kendaraan Bermotor Indonesia (Gaikindo), penjualan dari pabrikan ke diler atau wholesales ambles 30% dibanding bulan sebelumnya.

Wholesales BYD pada Agustus 2024 mencapai 2.940 unit, namun pada September menjadi 2075 unit. Angka tersebut mendekati penjualan di bulan Juli yang tercatat 1.925 unit.

Penjualan dari diler ke konsumen atau retail sales juga tengah jeblos meski tidak sebesar penurunan wholesales. Penjualan ritel BYD bulan lalu hanya 1.788 unit, turun 25% dibanding bulan sebelumnya yang mencapai 2.389 unit.

Penjualan ritel BYD bulan lalu juga menjadi yang terendah selama pabrikan China itu berjualan di RI. Selama tiga bulan penjualan, angka September juga lebih rendah dibanding Juli yang menyentuh 2.047 unit

Secara umum, penjualan mobil di Indonesia bulan September 2024 kembali mengalami penurunan. Penjualan dari pabrik ke diler (wholesales) pada bulan lalu hanya 72.667 unit.

Pencapaian ini turun 4,8% dari bulan Agustus yang terjual sebanyak 76.304 unit. Wholesales bulan lalu juga menjadi yang terendah dalam empat bulan terakhir.

Sementara itu dari sisi penjualan diler ke konsumen atau retail sales juga tengah menurun, yakni 72.366 unit pada September 2024, turun lebih dalam yakni 5,8% atau dari 76.808 unit pada bulan Agustus 2024 silam.

“Memang BYD ini baru terdokumentasi secara resmi di Gaikindo itu Juli kalau nggak salah, dan kita baru laporkan dua kali sekitar 2.300-2.600-an. Itu konsisten stabil. Tapi kalau bulan lalu pertama mungkin secara market (nasional) saya dengar cukup drop. Tapi kita masih kalkulasi. Secara demand, banyak perbedaan dan faktor memengaruhi. Supply, kalau ditanya soal yang dikirim ke konsumen,” katanya di Summarecon Mall Bekasi, Senin (7/10/2024).

https://goldkas.com/

Prediksi Peringkat FIFA Timnas Indonesia Usai Imbang vs Bahrain

Ragnar Oratmangoen bersama Mees Hilgers saat perayaan gol pertama untuk Indonesia, pada pertandingan Putaran Ketiga , babak kualifikasi Piala Dunia Bahrain vs Indonesia di Stadion Nasional Bahrain, Riffa, Kamis, 10/10. REUTERS/Hamad I Mohammed

Timnas Indonesia imbang 2-2 vs Bahrain dalam laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga, Kamis (10/10/2024) malam. Bagaimana peringkat Indonesia setelah laga tersebut. 

Posisi Indonesia dalam peringkat FIFA diprediksi tidak akan berubah usai hasil imbang lawan Bahrain. Perlu diketahui, FIFA sendiri baru akan memperbaharui peringkat tim nasional (timnas) secara global pada 24 Oktober 2024 mendatang. Saat ini, hasil dari Kualifikasi Piala Dunia 2026 turut memengaruhi peringkat suatu negara dalam setiap pembaharuan oleh FIFA.

Mengutip dari Footy Ranking, Timnas Indonesia diprediksi meraup 4.39 poin tambahan usai imbang 2-2 saat melawan Bahrain di Bahrain National Stadium. Dengan tambahan poin tersebut, Indonesia disebut bakal mempertahankan peringkat saat ini, yakni dari 129 dengan catatan 1128.56 poin.

Sementara itu, peringkat Bahrain justru merosot akibat kehilangan 4.39 poin usai gagal unggul di atas Indonesia. Akibat penurunan poin tersebut, peringkat Bahrain diprediksi menurun dua, yakni dari 76 menjadi 78 dengan total 1311.1 poin.

Timnas yang akan mengalami kenaikan peringkat terbanyak usai laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga adalah Qatar. Berkat sukses menghantam Kyrgyzstan dengan skor akhir 3-1, Qatar diprediksi bakal meraup 6.35 poin tambahan dan naik tiga peringkat. Jika prediksi tersebut benar maka Qatar akan menduduki peringkat 41 dari 44 dengan total 1488.04 poin.

Sementara itu, China diprediksi akan menjadi timnas dengan penurunan peringkat terbesar saat pembaharuan peringkat FIFA selanjutnya. Usai tunduk 1-3 saat menghadapi Australia, China disebut akan kehilangan 6.17 poin dan turun tiga peringkat, yakni menjadi urutan ke-94 dari 91 dengan total 1247.6 poin.

Sebagai informasi, laga lanjutan Kualifikasi Piala Dunia 2026 Zona Asia putaran ketiga menjadi sorotan warganet, khususnya Indonesia vs Bahrain. Hal ini karena wasit yang memimpin jalannya pertandingan dinilai sangat bias alias tidak adil.

Salah satu kontroversi dari wasit Ahmed Al Kaf yang sangat merugikan Indonesia adalah memberikan tambahan waktu sebanyak enam menit pada babak kedua. Namun, waktu pertandingan justru molor sampai 100 menit sehingga Bahrain seakan mendapat kesempatan baru untuk menciptakan angka 2-2 di papan skor.

Waktu pertandingan yang molor membuat Mohamed Marhoon menciptakan gol kedua bagi Bahrain pada menit ke-90+9. Gol ini merupakan puncak dari kontroversi wasit Al Kaf karena membiarkan hal tersebut sah, padahal masa injury time sudah habis pada menit ke-90+6.

Tak hanya itu, wasit berusia 41 tahun itu juga kerap memberikan keuntungan bagi sang tuan rumah berupa hadiah pelanggaran yang tak semestinya diberikan. Sang wasit juga sempat tak berikan tendangan bebas bagi Indonesia saat Bahrain melakukan pelanggaran.

IHSG Berbalik Merah, 5 Saham Ini Biang Keroknya

Ilustrasi Bursa Efek Indonesia (CNBC Indonesia/Andrean Kristianto)

Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) berbalik ke zona merah pada akhihr perdagangan sesi I Rabu (9/10/2024),setelah dua hari beruntun bergairah.

Hingga pukul 12:00 WIB, IHSG turun 0,13% ke posisi 7.547,2. Meski terkoreksi, tetapi IHSG masih cenderung bertahan di level psikologis 7.500.

Nilai transaksi indeks pada sesi I hari ini sudah mencapai sekitar Rp 7,7 triliun dengan melibatkan 26 miliar saham yang berpindah tangan sebanyak 751.547 kali. Sebanyak 253 saham menguat, 296 saham melemah dan 240 saham cenderung stagnan.

Secara sektoral, sektor energi menjadi yang paling besar koreksinya dan menjadi penekan terbesar IHSG di sesi I hari ini, yakni mencapai 0,69%.

Sementara dari sisi saham, emiten pertambangan Grup Salim PT Amman Mineral Internasional Tbk (AMMN) menjadi penekan terbesar IHSG di sesi I hari ini yakni mencapai 3,04 indeks poin. Selain itu, saham perbankan raksasa PT Bank Rakyat Indonesia (Persero) Tbk (BBRI) juga menjadi penekan IHSG yakni sebesar 2,9 indeks poin.

Berikut saham-saham penekan IHSG pada sesi I hari ini.

Tampaknya pergerakan pasar saham domestik masih didorong oleh sentimen eksternal, baik dari Timur Tengah, China, hingga Amerika Serikat (AS).

Sebagaimana diketahui, perang Arab bisa makin memanas khususnya pasca Kementerian Pertahanan Amerika Serikat (AS), Pentagon, mengancam Iran.

Israel telah menyatakan akan membalas serangan Iran ke negara tersebut yang terjadi pada awal pekan lalu. Militer Iran pun dilaporkan telah mempersiapkan setidaknya sepuluh skenario untuk menghadapi serangan tersebut.

Menteri Luar Negeri Iran, Abbas Araghchi mengatakan bahwa Iran tidak mencari ketegangan dan perang. Namun jika Israel ingin ‘menguji negeri tersebut, mereka siap.

Ketegangan di Timur Tengah yang tiada henti bisa menjadi sentimen negatif bagi pasar keuangan Indonesia mengingat ada risiko yang harus dibayar investor saat ketidakpastian meningkat.

Di lain sisi, tampaknya pasar saham China mulai melandai setelah euforia pasar akan rencana pemberian stimulus ekonomi memudar. Pasar kecewa dengan pengumuman stimulus yang sangat dinanti-nantikan.

Investor berharap mendapatkan informasi lebih lanjut tentang bagaimana pemerintah berencana mendukung pertumbuhan ekonomi, tetapi pengumuman tersebut memberikan sedikit rincian.

Ketua Komisi Pembangunan dan Reformasi Nasional China, Zheng Shanjie, mengatakan bahwa dia sangat percaya negara itu akan mencapai tujuan ekonomi dan sosial tahun ini.

Namun, dia menambahkan tekanan penurunan pada ekonomi China juga semakin meningkat.

Pemerintah China telah berusaha meningkatkan kepercayaan dalam ekonomi terbesar kedua di dunia saat kekhawatiran meningkat bahwa negara itu mungkin gagal mencapai target pertumbuhan tahunan sebesar 5%.

Sebagai catatan, investor telah berbondong-bondong masuk ke saham China sejak pejabat mulai meluncurkan serangkaian langkah untuk meningkatkan ekonomi.

Rencana tersebut mencakup bantuan untuk industri properti yang terkena krisis, dukungan untuk pasar saham, pemberian uang tunai bagi masyarakat miskin, dan peningkatan belanja pemerintah.

Sementara itu, setelah pemotongan suku bunga sebesar 50 basis poin (bp) pada bulan lalu, para investor di Wall Street akan sangat memperhatikan apa yang akan disampaikan Ketua bank sentral AS (Federal Reserve/The Fed), Jerome Powell.

Pihak The Fed akan memberikan pernyataan terkait arah kebijakan suku bunga acuan kedepannya pada pertemuan Federal Open Market Committee (FOMC) Kamis dini hari nanti waktu Indonesia. Hal ini berpotensi berdampak signifikan pada sentimen pasar.

Sebagai informasi, pada September lalu, The Fed memangkas suku bunganya untuk pertama kalinya sejak Maret 2020 atau empat tahun lalu saat awal pandemi Covid-19.

https://cambodianyouth.org/

Pantas Warga RI Pilih Berobat di Malaysia, Bukan Cuma Murah…

Poster promosi berisi ajakan untuk berobat ke Malaysia, tak jauh kantor Kementerian Kesehatan RI, viral di media sosial. (Dok. DetikHealth/Khadijah Nur Azizah)

Kedutaan Besar Malaysia di RI secara terang-terangan mempromosikan pelayanan kesehatan yang lebih murah di negaranya. Mereka memasang poster di depan Kedubes yang mengajak warga RI berobat ke Malaysia. 

Banyaknya warga RI yang lebih senang dengan layanan kesehatan di Malaysia sebenarnya bukan hal baru. Ternyata, biaya yang lebih murah bukan satu-satunya alasan yang mendorong warga RI pergi ke Malaysia dan Singapura untuk berobat, atau bahkan sekedar melakukan tes kesehatan.

Ketua Umum Pengurus Besar Ikatan Dokter Indonesia (PB IDI) dr Adib Khumaidi mengatakan bahwa alasan orang Indonesia banyak berobat ke Malaysia dan Singapura adalah selain karena obat dan transportasi lebih murah, menurutnya ada kenyamanan pasien dalam melakukan komunikasi dengan dokter.

Menurutnya, hal ini perlu menjadi catatan sejumlah tenaga medis di Indonesia agar bisa meningkatkan kualitas pelayanan.

“Kami sekarang selalu mengatakan kemampuan komunikasi pada dokter di Indonesia harus ditingkatkan, karena salah satu dasar pasien berobat ke luar negeri, berobat ke Malaysia, atau Singapura, itu salah satunya karena faktor komunikasinya yang mereka anggap lebih enak di sana daripada di Indonesia,” kata Adib seperti dikutip detikcom, beberapa waktu lalu.

“Kenapa pembiayaan murah? Karena ada kebijakan negara, regulasi negara soal free tax khususnya pelayanan kesehatan kepada masyarakat,” pungkas dr Adib.

Kerugian Indonesia karena warganya berobat ke luar negeri

Sebenarnya, pemerintah Indonesia pun tahu banyak warga Tanah Air yang lebih memilih layanan kesehatan di Negeri Jiran. Hal ini bahkan pernah disinggung oleh Presiden Joko Widodo (Jokowi).

Presiden mengungkap bahwa jumlah masyarakat Indonesia yang bolak-balik ke luar negeri untuk berobat ada lebih dari 1 juta orang.

Indonesia jelas dirugikan dari kondisi ini. Sebab, ada potensi nilai ekonomi yang hilang.

“Kita kehilangan US$11,5 miliar, kalau dirupiahkan itu Rp 180 T hilang karena warga kita tidak mau berobat di dalam negeri,” ujar Presiden saat menghadiri Rakernas Kesehatan di ICE BSD, Tangerang, pada April lalu.

Menurut catatan pemerintah, negara tujuan berobat favorit masyarakat Indonesia antara lain Singapura, Malaysia, Jepang dan Amerika Serikat.

Presiden menyadari, Indonesia memang tertinggal dalam sektor kesehatan. Saat ini, rasio dokter di Indonesia ada di level 0,47 jika dibandingkan dengan jumlah penduduk di Tanah Air.

Mengacu standar Organisasi Kesehatan Dunia (WHO), rasio jumlah dokter, termasuk dokter umum dan spesialis, yang ideal, yaitu 1/1000 atau 1 dokter per 1000 penduduk. Apabila sebuah negara berhasil memenuhi “golden line” tersebut, maka dapat dikategorikan berhasil dan bertanggung jawab kepada rakyatnya di bidang kesehatan.

Angka terakhir yang di dapatkan dari WHO dan juga World Bank, rasio Indonesia berada di 0,47/1000. Angka ini membawa Indonesia menempati posisi ketiga terendah di ASEAN setelah Laos 0,3/1000 dan Kamboja 0,42/1000.

Untuk mengatasi masalah ini, Jokowi menyebut Undang-Undang Kesehatan telah direvisi agar mempermudah anak muda Indonesia untuk masuk ke pendidikan dokter, termasuk dokter spesialis yang jumlahnya jauh lebih sedikit.

Asing Masuk Lagi ke RI, Saham BBRI-BBNI-BMRI Jadi Incaran!

Sahamnya Diiborong Asing, Ini Perkiraan Dividen BRI, BNI, Mandiri

Di tengah memanaskan geopolitik di Timur Tengah, investor asing malah terpantau kembali masuk lagi ke emiten bank besar pelat merah.

Tiga bank Himbara yang mencatat aksi beli asing diantaranya saham PT Bank Rakyat Indonesia Tbk. (BBRI), PT Bank Negara Indonesia Tbk. (BBNI), dan PT Bank Mandiri Tbk. (BMRI).

Meskipun pasar tertekan oleh ketegangan global terkait perselisihan di Timur Tengah dan stimulus China yang tidak sesuai ekspektasi, beberapa manajer investasi asing justru memanfaatkan momen ini untuk menambah kepemilikan saham mereka.

Ketegangan di Timur Tengah yang dipicu oleh ancaman Pentagon terhadap Iran menjadi sentimen negatif utama yang mempengaruhi pasar global.

Pernyataan Menteri Pertahanan Amerika Serikat (AS), Lloyd Austin, yang menegaskan komitmen AS untuk melindungi Israel dan menangani terorisme Hamas menambah tekanan pada ketidakpastian pasar.

Selain itu, pasar saham China yang mulai melemah menunjukkan sentimen stimulus sudah price in dan pelaku pasar mulai beralih ke instrumen yang lebih menarik.

Ada sejumlah investor besar yang mengakumulasi saham bank Himbara. BlackRock, salah satu manajer investasi terbesar dunia, bersama dengan Dimensional Fund Advisors LP, Van Eck Associates Corp, dan Innovator Capital Management LLC, tercatat melakukan pembelian signifikan.

Pada saham BBRI, Dimensional Fund Advisors LP sebagai firma manajemen investasi global yang dikenal dengan pendekatan berbasis faktor, menambah kepemilikan dengan membeli 3.640.800 lembar saham pada awal Oktober.

Setelahnya, Van Eck Associates Corp sebagai perusahaan investasi asal Amerika Serikat yang terkenal dengan produk ETF-nya, melakukan aksi borong dengan total pembelian 3.459.200 lembar saham, dimana penambahan sebesar 2.378.200 lembar saham pada 2 dan 3 Oktober.

Di sisi lain, Innovator Capital Management LLC sebagai perusahaan dengan fokus pada produk buffer ETFs, juga aktif pada awal Oktober, dengan total penambahan 1.971.200 lembar saham, penambahan dilakukan pada 3 Oktober 2024.

BlackRock Inc tercatat menambah 1.477.864 lembar saham pada awal Oktober dan dengan aksi beli sebesar 1.271.700 lembar saham pada 4 Oktober. Namun, BlackRock sedikit mengurangi kepemilikan dengan menjual 3.933 lembar saham pada 8 Oktober.

Sementara itu, di saham BBNI, Van Eck Associates Corp melakukan pembelian signifikan dengan tambahan 1.745.600 lembar saham, dengan aksi borong dilakukan pada 2 dan 3 Oktober, dengan penambahan sebesar 1.745.600 lembar pada dua hari tersebut.

Innovator Capital Management LLC menambah 1.134.800 lembar saham selama awal Oktober, dimana penambahan dilakukan pada 3 Oktober 2024.

BlackRock Inc juga menunjukkan ketertarikan dengan menambah 318.078 lembar saham pada awal Oktober, dengan tambahan sebesar 278.500 lembar pada 4 Oktober, meskipun sedikit mengurangi kepemilikan dengan menjual 843 lembar saham pada 8 Oktober.

Untuk saham BMRI, Van Eck Associates Corp tercatat menambah total 2.123.200 lembar saham, dengan aksi pembelian 1.459.700 lembar saham pada 2 Oktober.

Dimensional Fund Advisors LP membeli 1.781.000 lembar saham pada 7 Oktober 2024.

Lebih lanjut, Innovator Capital Management LLC juga aktif dengan menambah 1.384.300 lembar saham pada 4 Oktober.

BlackRock Inc menambah 813.499 lembar saham, dengan aksi beli pada 4 Oktober dengan tambahan 699.400 lembar saham, meskipun mengurangi kepemilikan sebesar 2.153 lembar saham pada 8 Oktober.

https://internationalsalinityforum.org/

Manusia Berubah Drastis di Usia 44 Tahun, Peneliti Ungkap Penyebabnya

panti jompo, pensiun, orang tua

Semua orang akan mengalami perubahan dari segi kesehatan seiring berjalannya waktu. Kita tidak akan memiliki kondisi tubuh yang sama seperti saat muda dulu.

Dua usia dengan lonjakan masalah tertentu kemungkinan akan kita temui pada usia 44 dan 60 tahun. Hal ini terungkap dalam sebuah penelitian yang dilakukan direktur Pusat Genomik dan Pengobatan Personal di Universitas Stanford, Michael Snyder beserta timnya.

Penelitian itu melakukan pelacakan molekul pada 108 relawan berusia 25-75 tahun. Mereka memberikan sampel darah dan tinja, usapan kulit, mulut, dan hidung selama beberapa bulan dalam satu hingga tujuh tahun.

Penelitian dilakukan pada 135 ribu molekul berbeda yakni RNA, protein, dan metabolit. Selain itu tim peneliti juga meneliti soal mikroba yakni bakteri, virus, dan jamur yang hidup di usus dan kulit.

“Ternyata pertengahan tahun 40-an merupakan masa perubahan yang dramatis, sama seperti awal 60 tahunan, dan hal ini berlaku pada apapun kelas molekul yang dilihat,”jelasnya dikutip dari The Guardian, Selasa (8/10/2024).

Hasilnya perubahan terbesar terjadi pada manusia awal 40 tahun dan 60 tahun. Untuk usia 40 mengalami lonjakan penuaan, bukan hanya karena perimenopause pada wanita tetapi juga pada pria.

“Hal ini menunjukkan meski menopause atau pre-menopause mungkin berkontribusi pada perubahan yang diamati pada wanita di usia pertengahan 40-an, mungkin ada faktor lain yang lebih signifikan yang menjadi pengaruh perubahan ini, baik pada pria atau wanita,” jelas peneliti lainnya, Xiaotao Shen yang juga mantan peneliti pasca doktoral di sekolah kedokteran Stanford.

Perubahan pertama terkait penyakit kardiovaskular dan kemampuan untuk metabolisme kafein, alkohol dan lipid. Sementara pada gelombang kedua adalah masalah kekebalan tubuh, metabolisme karbohidrat dan fungsi ginjal.

https://nt-ameli.com/hero/search/