
Erna Prilyani, pemilik DenCraft merajut asa bersama PNM Mekaar. (Foto: dok PNM)
Pandemi Covid-19 meninggalkan jejak panjang bagi banyak keluarga. Di tengah keterbatasan dan ketidakpastian, tidak sedikit usaha kecil yang harus berhenti di tengah jalan.
Namun bagi Erna Prilyani, masa sulit justru menjadi titik balik. Dari rumah sederhananya di Kartasura, Solo, ia memulai langkah kecil yang kelak mengubah hidupnya dengan mengolah celana jeans bekas menjadi tas dengan karakter unik.
Awalnya, semua dijalani dengan penuh keraguan. Erna mengaku sempat tidak yakin apakah hobinya menjahit bisa benar-benar menopang kebutuhan keluarga.
Waktu itu yang penting bisa jalan dulu. Saya tidak berpikir jauh, yang ada di kepala hanya bagaimana caranya tetap bertahan,” ujarnya. Dengan peralatan seadanya, ia mulai menjahit dari rumah, memanfaatkan bahan yang mudah didapat dan nyaris tak bernilai.
Berangkat dari hobi yang telah ia tekuni sejak remaja, Erna melihat tumpukan denim tak terpakai sebagai peluang. Satu per satu potongan kain ia rangkai, bukan sekadar untuk menghasilkan produk, tetapi juga untuk menjaga semangat.