
Kabupaten Tanah Laut, Provinsi Kalimantan Selatan (Kalsel) menerbangkan sebanyak 900 layang-layang tradisional besar (Dandang) dengan memecahkan rekor Museum Rekor Dunia Indonesia (MURI).
“Target panitia hanya 500 layang-layang, ternyata peserta mencapai 900 saat penutupan pendaftaran. Ini adalah yang terbanyak di Indonesia bahkan di dunia,” kata Bupati Tanah Laut Rahmat Trianto usai pembukaan Festival Layang-Layang Dandang 2025 di Pantai Batakan Baru, Tanah Laut, Minggu.
Rahmat bersyukur karena daerah ini mampu memecahkan rekor MURI tersebut bertepatan dengan momentum peringatan HUT ke-80 RI.
“Festival layang-layang ini bukan hanya seni dan budaya. Kegiatan ini adalah komitmen pemerintah daerah untuk meningkatkan potensi pariwisata daerah,” ujar dia.
Dalam upaya melestarikan budaya tradisional ini, ratusan layang-layang diterbangkan dengan berbagai jenis dan ukuran.
Rahmat menyebut para peserta berasal dari 13 kabupaten/kota se-Kalsel, Jakarta, Banten, Jawa Barat, Yogyakarta, hingga dari mancanegara dari Malaysia, Singapura, dan Prancis.
Ia berharap kegiatan yang dilaksanakan Dinas Pariwisata Tanah Laut ini dapat meningkatkan ekonomi masyarakat setempat, khususnya pelaku Usaha Mikro Kecil dan Menengah (UMKM).
Rahmat juga berkomitmen akan menggelar agenda serupa untuk mencatat rekor lebih banyak hingga mencapai ribuan layang-layang jika dibutuhkan.
Setelah pembukaan festival, perwakilan MURI dari Jakarta melakukan validasi data jumlah layang-layang pada kegiatan tersebut. Selanjutnya menginput dan mengesahkan rekor MURI itu pada saat penutupan sore hari ini.
Selain rekor MURI, ratusan peserta festival layangan itu juga dipilih sebanyak 15 peserta terbaik yang memenangkan lomba untuk diberikan hadiah dan penghargaan.